Lewati ke konten utama

Tentang Kami

Cerita asal usul, visi, misi, dan orang-orang di balik Kitong Bisa Indonesia.

Yang bermula sebagai les gratis di rumah keluarga telah berkembang menjadi yayasan yang melayani peserta didik di Papua dan Papua Barat.

Perkumpulan komunitas yang mencerminkan akar Papua dan tujuan bersama
Peserta didik dan staf di Kitong Bisa Learning Center Serui
Anggota tim Kitong Bisa Indonesia
Pelajar muda belajar bersama di ruang kelas

Pada tahun 2006, Bapak Isaschar Mambrasar mulai memberikan les gratis di rumahnya di Pulau Yapen, tergerak oleh keprihatinan mendalam akan kesenjangan pendidikan di Papua. Tetangga mengirim anak-anak mereka, dan segera kabar menyebar di seluruh pulau.

Upaya akar rumput itu berkembang menjadi Yayasan Kitong Bisa Indonesia — yayasan yang dibangun atas keyakinan bahwa pemuda Papua, ketika diberi kesempatan dan pembentukan karakter, akan memelopori perubahan di komunitas mereka sendiri.

Nama Kitong Bisa ("Kita Bisa") menyimpan cerita khusus. Saat kampanye kepresidenan kedua Barack Obama pada 2012, Isaschar Mambrasar merenungkan kekuatan slogan Yes, We Can. Ia berkata kepada anak-anaknya, "Ko lihat laki-laki kulit hitam satu itu de bisa jadi presiden Amerika Serikat, itu hebat" ("Kamu lihat laki-laki berkulit hitam itu, dia bisa jadi Presiden Amerika Serikat — itu hebat"). Sejak saat itu, frasa Kitong Bisa lahir — penegasan lokal tentang kemungkinan, ketangguhan, dan tekad bersama, yang menggemakan semangat kampanye Obama sambil mengakar pada identitas Papua.

Karena itu, Kitong Bisa lebih dari sekadar nama. Ia adalah sebuah pernyataan: "Kita Bisa"

Pendidikan bukan amal — ini investasi pada pemimpin Papua yang akan membentuk masa depan kita.

Isaschar Mambrasar, Pendiri

Perjalanan Kami

Dari ruang belajar di rumah tahun 2006 hingga gerakan di seluruh Papua dan Papua Barat

  1. Awal Mula di Yapen

    Isaschar Mambrasar memberikan les gratis di rumahnya di Pulau Yapen karena keprihatinan akan kesenjangan pendidikan di Papua.

  2. KBLC Didirikan

    Inisiatif ini dikelola menjadi gerakan sosial non-profit Kitong Bisa Learning Center (KBLC) untuk membantu anak-anak Papua mengakses pendidikan.

  3. Enam Pusat Belajar di Papua

    Gerakan ini berkembang hingga 6 KBLC tersebar di Papua dan Papua Barat, menghasilkan lebih dari 500 lulusan.

Organisasi Internal

Kepemimpinan dan tim Yayasan Kitong Bisa Indonesia

Dewan Penasihat

  • Isaschar Mambrasar

    Dewan Penasihat

    Penasihat

Kepemimpinan

  • Mohamad Afif Dzulqifli

    CEO

    Eksekutif
  • Jeanny

    Petugas Administrasi

    Eksekutif
  • Santi Cornelia Kapisa

    COO

    Operasional
  • Budi Subarto

    CFO

    Keuangan

Program

  • Risa Maulegi

    Manajer Pendidikan

    Operasional
  • Lisa Maran

    SDM & Umum

    Operasional
  • Chaterina Dea

    Petugas Operasional Pengadaan

    Operasional

Keuangan

  • Vivi Evangeline

    Manajer Keuangan

    Keuangan
  • Rahel Putri Sitompul

    Petugas Keuangan

    Keuangan

Pendidik

  • Honorary Educators Learning Centers

    13 Pendidik

    Operasional

Bergabung dengan Misi Kami

Setiap kemitraan dan setiap kunjungan ke pusat belajar membantu pemuda Papua membangun keterampilan, karakter, dan jalan untuk memimpin komunitas mereka.

Relawan berinteraksi dengan anak-anak di luar ruangan di komunitas Papua
Tentang Kami | Kitong Bisa Indonesia